Create Your ad Here

Showing posts with label Pemupukan Kelapa Sawit. Show all posts
Showing posts with label Pemupukan Kelapa Sawit. Show all posts

Saturday, 12 December 2015

Peranan Unsur Hara Pada Tanaman Kelapa Sawit

Peranan Unsur Hara Pada Tanaman Kelapa Sawit
Peranan Unsur Hara Pada Tanaman Kelapa Sawit
Dalam budidaya setiap tanaman tentu tidak terlepas dengan muara yang dikenal dengan profit atau keuntungan. Untuk dapat mencapai muara keuntungan tersebut tidak terlepas dari berbagai hal dan prosedur sesuai kaidah budidaya jenis tanaman yang diusahakan. Dalam budidaya suatu tanaman yang tidak kalah penting peranannya adalah bagaimana menyediakan unsur hara tanaman dalam keadaan tersedia dan berimbang, sehingga tidak menimbulkan effek negatif bagi usaha pembudidayaan. 
Pada kesempatan ini mencoba sedikit memaparkan Peranan Unsur Hara Pada Tanaman Kelapa Sawit yang dampak dan pengaruhnya sangat besar bagi pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman. Hal ini penting untuk dipahami karena berkontribusi besar terhadap profit yang akan diperoleh. Semoga pemaparan secara singkat, praktis dan umum ini dapat memberikan manfaat bagi siapa saja.

Nitrogen
  1.  Unsur Nitrogen mempunyai peranan terhadap penyusunan protein, klorofil dan fotosintesa. Jumlah unsur ini harus seimbang di dalam tanaman, kelebihan atau kekurangan unsur ini akan memberi effek negatif terhadap tanman.
  2. Kekurangan unsur Nitrogen pada tanaman akan menyebabkan daun berwarna kuning pucat sehingga akan menghambat pertumbuhan.
  3. Kelebihan unsur Nitrogen menyebabkan daun lemah dan rentan terhadap penyakit/hama, White Stripe dan berpengaruh terhadap berkurangnya buah jadi.
  4. Defisiensi Nitrogen disebabkan terhambatnya mineralisasi Nitrogen, diantaranya dapat diakibatkan karena aplikasi bahan organik dengan C/N tinggi, aplikasi pemupukan yang tidak efektif dan tidak tepat, akar yang tidak berkembang, gulma.
  5. Tindakan antisipasi dengan prosedur dan pola aplikasi secara merata di piringan, aplikasi sebaiknya dilakukan pada kondisi tanah lembab, penambahan Urea, dan pendalian gulma.
Phospor
  1. Unsur Phospor memiliki peranan terhadap penyusunan ADP/ATP, merangsang perkembangan akar, memperkuat batang tanaman dan memperbaiki mutu buah. Kekurangan unsur Phospor menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, pelepah memendek dan batang meruncing.
  2. Indikasi kekurangan unsur Phospor diantaranya dapat dilihat pada lingkungan sekitar seperti daun alang-alang berwarna ungu, LCC sulit tumbuh, bintil akar sedikit.
  3. Penyebab defisiensi unsur Phospor diantaranya kandungan unsur Phospor tanah rendah (< 15 ppm), kurangnya pemupukan Phospor,  kemasaman tanah tinggi, dan hilangnya top soil akibat erosi.
  4. Antisipasi dengan melakukan aplikasi Phospor di daerah seputaran  pinggir piringan/gawangan, perbaiki tingkat kemasaman tanah, desain lahan yang mengacu untuk mereduce terjadinya erosi yang akan menghilangkan top soil tanah.
Kalium
  1. Unsur Kalium memiliki peranan pada aktifitas stomata, enzim dan sintesa minyak. Berkontribusi besar pada peningkatan daya tahan tanaman terhadap penyakit, dan jumlah tandan serta besar kecilnya  ukuran tandan.
  2. Kelebihan dan kekurangan unsur Kalium masing-masing memberi effek negatif terhadap tanaman.
  3. Kekurangan unsur Kalium menyebabkan bercak kuning/transparan, white stripe, daun tua menjadi kering dan mati. Kekurangan unsur ini dapat menyebabkan atau berasosiasi munculnya penyakit seperti ganoderma.
  4. Kelebihan unsur Kalium bereffek negatif karena dapat menyebabkan rasio minyak terhadap tandan menjadi turun.
  5. Penyebab kekurangan unsur Kalium antara lain unsur Kalium yang terdapat di dalam tanah rendah, kemasaman tanah tinggi dengan kemampuan tukar kation rendah, aplikasi pemupukan unsur Kalium kurang atau tidak seimbang.
  6. Antisipasi dapat dilakukan dengan jalan pengaplikasian unsur Kalium  yang cukup dan berimbang pada daerah seputar piringan tanaman, pengaplikasian tandan kelapa sawit, perbaiki tingkat kemampuan tukar kation tanah.
Magnesium (Mg) 
  1. Unsur Mg berpengaruh sebagai penyusun klorofil, berperanan dalam respirasi tanaman, dan pengaktifan enzim.
  2. Kelebihan dan kekurangan unsur Mg masing-masing membawa effek negatif terhadap tanaman, baik langsung ataupun tidak langsung.
  3. Kekurangan unsur Mg menyebabkan daun yang tua berwarna hijau kekuningan pada sisi yang terkena sinar matahari, selanjutnya akan kuning kecoklatan lalu kering.
  4. Penyebab defisiensi unsur Mg antara lain rendahnya kandungan unsur Mg di dalam tanah, pengaplikasian Mg yang kurang dan tidak berimbang, keberadaan unsur Mg dengan kation lain dalam keadaan tidak seimbang, lahan tempat tumbuh bertekstur pasir dengan top soil tipis, dan CH yang sangat berlebihan (>3,500 mm/th).
  5. Antisipasi dengan melakukan aplikasi tandan kelapa sawit, gunakan Dolomit jika kemasaman tinggi, aplikasi pemupukan dengan ditabur pada pinggir piringan, dan menjaga rasio Ca/Mg dan Mg/K tanah agar tidak melebihi 5 dan 1.2 .
Tembaga (Cu)
  1. Unsur Cu memiliki peranan pada pembentukan klorofil, serta berfungsi sebagai katalisator proses fisiologis tanaman.
  2. Kelebihan dan kekurangan unsur Tembaga masing-masing memiliki effek negatif terhadap tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  3. Kekurangan unsur Cu dapat menyebabkan Mid Crown Clorosis (MCC) atau Peat Yellow. Jaringan klorosis berwarna hijau pucat sampai  kekuningan, muncul di tengah anak daun muda. Bercak kuning ini akan berkembang diantara jaringan klorosis, daun pendek, kuning pucat kemudian mati.
  4. Penyebab defisiensi unsur Cu antara lain rendahnya kandungan unsur Cu di dalam tanah seperti tanah gambut atau pasir, aplikasi Mg yang berlebihan sehingga kandungan Mg tinggi, aplikasi unsur N dan P tanpa K yang cukup dan berimbang.
  5. Antisipasi dengan jalan memperbaiki rendahnya kandungan unsur K dalam tanah, aplikasi penyemprotan tajuk dengan 200 ppm Cu SO4.
Boron
  1. Unsur Boron berpengaruh pada meristimatik tanaman, sintesa gula, karbohidrat, metabolisme asam nukleat dan protein.
  2. Kekurangan unsur Boron dapat menyebabkan ujung daun menjadi tidak normal, rapuh, berwarna hijau gelap, daun yang baru tumbuh memendek sehingga bagian atas tanaman terlihat merata.
  3. Penyebab defisiensi unsur Boron antara lain rendahnya kandungan unsur Boron dalam tanah, tingginya kandungan unsur N, K dan Ca akibat aplikasi yang berlebihan dan tidak berimbang.
  4. Antisipasi dengan melakukan aplikasi unsur Boron dengan jumlah sekitar  0,1 - 0,2 kg/pohon/tahun pada pangkal batang.

Jumlah Unsur Hara Yang Diserap Oleh Tanaman Kelapa Sawit Dari Dalam Tanah per Ha/tahun.

Komponen
Jumlah unsur Hara ( kg/ha/tahun )
N
P
K
Mg
Ca
Pertumbuhan Vegetatif
40,9
3,1
55,7
11,5
13,8
Pelepah Daun yang ditunas
67,2
8,9
86,2
22,4
61,6
Produksi TBS (25 ton/ha)
73,2
11,6
93,4
20,8
19,5
Bunga Jantan
11,2
24
16,1
6,6
4,4
Jumlah
192,5
47,6
251,4
61,3
99,3
Sumber : Siahaan et.al (1990)


Jumlah Unsur Hara Yang Dibutuhkan Oleh Tanaman Kelapa Sawit Dari Dalam Tanah per Ha/tahun.
Komponen
Jumlah unsur Hara ( kg/ha/tahun )
Urea
SP-36
KCl
Kieserite
Dolomit
Pertumbuhan Vegetatif
88,9
19,7
354
70,7
86,8
Pelepah Daun yang ditunas
146,1
56,6
548
137,7
169
Produksi TBS (25 ton/ha)
159,1
73,8
594
127,9
156,9
Bunga Jantan
24,4
152,7
102
40,6
49,8
Jumlah
418,5
302,8
1.599
376,9
462,5
Sumber :  Siahaan et.al (1990)


Demikian pemaparan secara umum mengenai Peranan Unsur Hara Pada Tanaman Kelapa Sawit diatas dapat memberikan gambaran secara singkat dan praktis bagi siapa saja yang berkecimpung dalam usaha pembudidayaan tanaman kelapa sawit. Harapannya baik secara langsung ataupun tidak langsung turut berkontribusi pada peningkatan profit yang dihasilkan, Amien...




Sumber : http://andreysubiantoro.jigsy.com/entries/sda/peranan-unsur-hara-pada-tanaman-kelapa-sawit

Saturday, 21 November 2015

Cara Pemupukan Kelapa Sawit yang Sering Digunakan

Cara Pemupukan Kelapa Sawit yang Sering Digunakan
Ilustrasi pemupukan kelapa sawit
Sekali pun sawit termasuk tanaman keras. Pohon sawit tetap memerlukan perawatan dan pemupukan. Perawatan di sini adalah membersihkan “piringan” pada tanaman kelapa sawit agar buah dalam tandan tidak terganggu hama. Piringan adalah bulatan di sekeliling tanaman sawit yang tidak boleh ditumbuhi rumput. Supaya tanaman kelapa sawit tetap tumbuh subur dan berbuah lebat, diperlukan pemupukan kelapa sawit.

Pemupukan kelapa sawit dalam hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan atau terus-menerus setiap hari diberi pupuk. Waktu pemupukan kelapa sawit biasanya dilakukan ketika curah hujannya kecil dan tidak boleh ketika sedang musim hujan. Pupuk yang baik sebaiknya dapat memperbaiki kemasaman tanah dan merangsang perakaran. Sehingga proses pemupukan kelapa sawit bisa berjalan dengan baik. Dengan kata lain dalam pemupukan kelapa sawit juga harus diperhatikan prosedurnya untuk hasil yang maksimal.

Pemupukan kelapa sawit dilakukan 2 – 3 kali dalam setahun tergantung pada kondisi lahan, jumlah pupuk, dan umur atau kondisi tanaman. Khusus untuk pemupukan kelapa sawit pada tanah berpasir atau lahan gambut dianjurkan untuk dilakukan pemupukan kelapa sawit yang lebih banyak. Pemupukan kelapa sawit yang banyak mungkin baik bagi tanaman sawit, tetapi perlu dipikirkan dari sisi ekonomisnya juga.

Sebelum melanjutkan, silahkan simak video testimoni berikut ini. Hanya 3 menit dan anda akan rugi kalau melewatkannya.



 Metode dan Dosis Pemupukan Kelapa Sawit

Bagi pemilik perkebunan kelapa sawit, prosedur pemupukan kelapa sawit mungkin sudah tidak asing lagi, tetapi terkadang meskipun sudah berkebun kelapa sawit dan sudah melakukan pemupukan kelapa sawit masih saja ada kelapa sawit yang tidak tumbuh dengan baik. Atau Anda sering kali mengalami gagal panen dikarenakan buah kelapa sawit yang kurang maksimal, apalagi bagi Anda yang belum atau ingin membuka perkebunana kelapa sawit perlu mengetahui prosedur pemupukan kelapa sawit ini.

Pemupukan kelapa sawit merupakan salah satu proses yang sangat penting untuk mempertahankan produksi buah kelapa sawit. Pohon kelapa sawit ini berbuah sekitar dua minggu sekali, atau dengan kata lain pemilik kebun kelapa sawit akan panen kelapa sawit setiap dua minggu sekali. Namun, setiap periode dua minggu tersebut bukan tidak mungkin buah yang dihasilkan tidak sama. Terkadang dua minggu pertama panen besar, tetapi selang dua minggu ke empat agak menurun. Hal ini bisa saja disebabkan dari prosedur pemupukan kelapa sawit yang belum maksimal.

Siapa yang tidak ingin melihat hasil panen kelapa sawitnya bertahan setiap kali panen atau malah bertambah?
Semuanya pasti menginginkan hasil panen yang maksimal setiap kali panen. Selain perawatan membersihkan piringan pada tanaman sawit, memberihkan rumput dibawah batang berjarak satu meter disekelilingnya, melakukan dodos tandan, tentu saja pemupukan kelapa sawit tidak boleh ditinggalkan.

Tidak semua petani kelapa sawit berhasil mempertahankan prosedur pemupukan kelapa sawit setiap saat, karena ada kalanya proses pemupukan kelapa sawit tidak berjalan dengan baik. Bahkan ada juga yang sering kali gagal melakukan pemupukan kelapa sawit, sampai harus mengganti pupuk. Kegagalan tersebut dikarenakan minimnya atau ketidaktahuan dalam memberikan dosis pada saat proses pemupukan kelapa sawit berlangsung. Lalu bagaimana metode memberikan dosis untuk proses pemupukan kelapa sawit ini? 

Berikut beberapa metode memberikan dosis untuk pemupukan kelapa sawit:
  1. Pemupukan boleh dilakukan dengan menggunakan metode atau sistem tebar dan sistem benam. Petani kelapa sawit harus memperhatikan metode mana yang cocok untuk kebun kelapa sawitnya. Jika tidak menerapkan metode yang tepat, kemungkinan panen yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan.
  2. Apabila menggunakan sistem tebar, sebaiknya pupuk ditebarkan di pinggir piringan antara jarak 0,5 meter pada tanaman muda kelapa sawit, sedangkan untuk tanaman kelapa sawit yang sudah tua atau dewasa, pemupukan kelapa sawit diberikan pada jarak antara 1 – 2,4 meter. 
  3. Pada sistem benam (pocket), pemupukan kelapa sawit diberikan pada 4 sampai dengan 6 lubang pada piringan di sekeliling pohon kelapa sawit. Lalu lubang ditutup lagi supaya pupuk meresap. Sistem benam cenderung digunakan pada areal yang relatif rendah. Sedangkan pada areal gambut atau pasir mudah mengalami erosi. 
  4. Metode pemupukan kelapa sawit bisa dilakukan dengan cara-cara manual atau modern. 
  5. Cara pemupukan kelapa sawit manual dengan menggunakan tenaga manusia dan satu persatu. Sedangkan cara pemupukan kelapa sawit modern menggunakan pesawat terbang atau bisa juga menggunakan traktor. Selama ini pemupukan kelapa sawit secara manual adalah yang paling umum dilaksanakan karena lebih murah dan lebih teliti. 
  6. Pemupukan kelapa sawit biasanya dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni saat awal musim dan akhir musim penghujan. 
  7. Apabila pemupukan kelapa sawit menggunakan NPK 15-15-15, dosis perpohonnya sebanyak 4 kg ditambah DSP 1 kg perpohon. 
  8. Penggunaan kompos untuk tandan sawit, sedangkan bahan organik berguna untuk lahan yang kurang kandungan organiknya.
Cara Sederhana Pemupukan Kelapa Sawit

Dosis dan metode pemupukan kelapa sawit sudah kita pelajari dari penjelasan di atas. Apa yang telah di uraikan tersebut tidak akan berhasil jika kita tidak mencobanya. Untuk mencoba metode dan dosisi pemupukan kelapa sawit tersebut tidak perlu dilakukan secara besar-besaran langsung, tetapi dilakukan terlebih dahulu dengan cara yang sederhana. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemborosan dalam pemupukan kelapa sawit yang akan dilakukan, dan tentu saja untuk menghindari kegagalan.

Pada dasarnya pemupukan kelapa sawit tidak perlu dilakukan secara berlebihan, cukup dengan cara yang sederhana, Anda sudah bisa mendapatkan hasilnya. Satu hal yang terpenting pada saat melakukan pemupukan kelapa sawit ini adalah ketekunan dan ketelitian. Dosis yang dibuat jika tidak sesuai dengan takarannya yang tepat akan berdampak buruk pada pohon kelapa sawit. Demikian juga halnya dengan aturan pemberian pupuk yang terlalu sering juga tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.

Terutama bagi Anda yang baru merintis membuka perkebunan kelapa sawit, sebaiknya yang Anda lakukan adalah melakukan pemupukan kelapa sawit dengan cara yang sederhana. Bagaimana cara sederhana melakukan pemupukan kelapa sawit itu? 

Berikut beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan pada saat pemupukan kelapa sawit:
  1. Bersihkan terlebih dahulu “piringan” pada tanaman kelapa sawit dari rumput dan alang-alang. Sebab, hal ini bermanfaat bagi pohon kelapa sawit dan tandan buah sawit. Sehingga pemupukan kelapa sawit yang akan dilakukan bisa berjalan mulus dan meresap maksimal ke dalam pohon kelapa sawitnya.
  2. Khusus untuk areal datar, pupuk ditabur merata 0,5 m dari pohon kelapa sawit sampai pinggiran melingkar. Lakukan hal yang sama untuk semua pohon kelapa sawit yang berada di areal datar tersebut secara merata. 
  3. Tempat penyebaran pupuk adalah tempat pupuk ditaburkan. Artinya jangan menyebarkan pupuk yang bukan semestinya atau tidak ditempatnya, karena akan mempengaruhi proses pemupukan kelapa sawit yang dilakukan. 
  4. Jika terdapat jenis pupuk yang tidak boleh dicampur. Sebaiknya tempat penaburannya dipisahkan dan diberi jarak sekitar 12 hari antara satu pupuk dengan pupuk yang lainnya. 
  5. Pupuk dianjurkan untuk disebarkan pada pohon kelapa sawit yang memiliki akar-akar rambut paling banyak. Letaknya kira-kira dekat mahkota daun bagian yang terluar dari kelapa sawit. 
  6. Pemupukan kelapa sawit yang akan disebarkan haruslah benar-benar berbentuk remah, bukan gumpalan-gumpalan seperti yang terdapat pada pupuk Urea dan lain sebagainya. Jadi sebelum melakukan pemupukan kelapa sawit, perhatikan pupuknya jika sudah berbentuk remah baru boleh disebarkan, tetapi jika belum, gumpalan pupuk harus kita hancurkan menjadi remah. 
  7. Gunakanlah selalu alat takaran pemupukan kelapa sawit supaya dosis pemupukan bisa tepat dalam penggunaannya. Pupuk memang baik untuk merangsang pertumbuhan buah kelapa sawit, tetapi jika berlebihan bukannya baik malah akan berakibat buruk.
Tempat Penaburan Pupuk pada Kelapa Sawit

Nah, tempat untuk menabur pupuk atau lokasi yang dipilih sebagai tempat untuk melakukan pemupukan kelapa sawit adalah sebagai berikut:
  1. Bokoran
  2. Ujung bokoran 
  3. Ujung pelepah
Cara Memupuk
  1. Top dressing, disebar dari atau langsung ditabur di atas tanah.
  2. Furrow application, di dalam rorak-rorak atau di pinggir guludan. Rorak atau guludan adalah gundukan dan saluran air. 
  3. Sub Soil placement, memupuk dengan cara dibenam. 
  4. Soil injection, dimasukkan dalam tanah dalam bentuk cairan. 
  5. Stem injection, dimasukkan ke dalam batang. 
  6. Nutritional spray, memupuk melalui daun.
Terakhir dan penting sekali diperhatikan. Pemupukan kelapa sawit harus dibedakan ketika tanaman sawit belum menghasilkan dan ketika tanaman sawit yang sudah menghasilkan. Kedua kondisi ini berbeda cara pemupukannya.

Untuk meningkatkan hasil dan kualitas kelapa sawit anda, sekarang sudah tersedia produk berkualitas karya anak bangsa.
Hanya dengan menambah 3-6kg produk tersebut, bisa miningkatkan bobot dan kualitas hasil panen kelapa sawit anda seperti dalam video diatas.


Silahkan download EBOOK GRATIS PIKAT NASA,
PELAJARI dan SEGERA PESAN KE KAMI.

download ebook

(hanya 2.3 MB)

Untuk informasi, konsultasi dan pemesanan produk, hubungi:
NUR HARYONO “NASA”
ALAMAT: NGADISURYAN KT.I/211 Yogyakarta 55133
HP: 0817 042 9050(XL) 0813 2660 8813(Simpati)
PIN BB: 79F588ED




Thursday, 27 August 2015

Cara Meningkatkan Hasil Panen Kelapa Sawit

Cara Meningkatkan Hasil Panen Kelapa Sawit

Sawit sebuah harapan dan realita dari salah satu produk perkebunan di negeri ini. Luas perkembangan lahan sawit terus bertambah di era 80-90 an dengan pembukaan lahan-lahan baru berjuta hektar di Sumatra, Kalimantan, dan Papua,sementara target untuk merajai produksi dunia tak kunjung terbukti, bahkan bencana ekologi yang datang akibat pembukaan hutan untuk areal-areal tersebut. Lalu tidak adakah cara lain selain membuka hutan dan menambah luasan tanaman ini?

Data Dirjen pertanian menunjukkan bahwa produksi aktual tanaman sawit ini masih jauh dari potensi yang seharusnya bisa dicapai. Produktivitas per hektar aktual baru mencapai angka 1200 kg/ha/th, dari potensi 2000 kg, sehingga masih ada angka 800 kg sbg “cadangan atau bisa dikatakan losses produksi” yang tidak kita manfaatkan. 

Angka itu akan sangat besar bahkan mampu mengalahkan jumlah produksi negara lain jika itu mampu kita ambil dari sekian ratus ribu hektar areal kelapa sawit kita baik perkebunan rakyat maupun BUMN dan PMA.

Lalu apa dan bagaimana kita memulai langkah untuk mendapatkan kembali cadangan atau kehilangan tersebut...?

  1. Memulai menanam dengan jenis atau varietas bibit bersertifikat dari produsen bibit yang telah diakui mutunya.
  2. Lakukan perawatan tanaman, dengan sanitasi /Pruning 9 bulan sekali (periodik), Pruning selektif (untuk TBM) dan Kastrasi untuk TBM 3, agar mendapatkan tanaman muda yang baik.
  3. Panen dengan bersih (pengutipan Brondolan ) dan jangan sampai pelepah sengkleh ataupun membentuk” gantungan baju”, yang dapat mengakibatkan brondolan tersembunyi diketiak daun dan tumbuh menjadi kenthosan (gulma).
  4. Pengendalian hama dan penyakit. Banyak perusahaan yang telah menggunakan musuh alami untuk pengendalian hama tikus, yaitu dengan mengembangkan species burung hantu ( Tito Alba)
  5. Pemupukan. Antara lain memberi pupuk seimbang baik makro maupun mikro dengan, jenis, dosis, sasaran, waktu, dan macam pupuk sehingga terpenuhi kebutuhan unsur hara tanaman.
Khusus untuk pemupukan dengan Teknologi Organik NASA yaitu POC NASA, HORMONIK, SUPERNASA, dan POWER NUTRITION terbukti telah mampu meningkatkan produksi hingga 40-60 % hampir di semua tanaman budidaya, sehingga prospek meningkatkan produktivitas pertanian kita hingga mencapai angka potensi yang sesungguhnya tinggal pada kemauan kita. 

Pilihannya hanya tinggal mau atau tidak untuk mendapat untung....?

Atau gunakan paket BOS NASA saja..
Hanya dengan menambah modal 2.5 juta anda akan mendapatkan paket pupuk sawit yang bisa meningkatkan hasil panen anda antara 25-100%.
 

Saturday, 22 August 2015

PAKET AKSI BOS SAWIT - BUKAN BOS DILARANG MASUK..!!!

PAKET BOS SAWIT -  BUKAN BOS DILARANG BELI...!!!

PAKET AKSI BOS 
UNTUK 3 HEKTAR LAHAN SAWIT
ATAU 3x PEMUPUKAN SUPAYA HASIL
BISA MENINGKAT 25% - 100%
DENGAN HANYA MENAMBAH MODAL
Rp.2.500.000,- saja


Paket ini merupakan paket khusus untuk pembelian produk NASA yaitu:
  1. 3 kotak SUPERNASA @3kg 
  2. 10 kotak GREENSTAR @3 schet
  3. 3 botol POC NASA @500cc
  4. 3 botol H0RMONIK @100cc
  5. 3 botol SUPERNASA @250gr
  6. 3 botol POWER NUTRITION @250gr.
  7. FREE ONGKOS KIRIM
Paket ini dapat digunakan untuk lahan kelapa sawit seluas 3 hektar dengan catatan lahan yang normal atau lahan yang tidak memerlukan penanganan khusus seperti lahan gambut, berpasir, dll.
Produk ini bisa digunakan untuk lahan tersebut tetapi nanti hasil akan kurang maksimal.
Jika lahan anda bermasalah, maka kita sarankan menaikkan dosis paket menjadi 2x lipat dari dosis diatas.


Cara pemakaian Paket BOS Sawit dalam 1 hektar lahan sawit

  1. Siapkan tong/drum ukuran 200 liter dan isi dengan air bersih. Ukuran tong bisa menyesuaikan dengan jumlah pokok sawit anda.
  2. Masukkan 1 kotak Supernasa 3kg, 1 kotak Grenstar, 1 botol POC NASA 500cc, 1 botol Hormonik 100cc, 1 botol Supernasa 250gr dan 1 botol Power Nutrition 250gr.
  3. Aduk merata dan diamkan larutan tersebut dalam 1 malam. 
  4. Disarankan anda membuat pada sore hari dan paginya diaplikasikan.
  5. Aduk kembali pagi hari sebelum disiram supaya campuran produk tercampur rata.
  6. Siramkan masing masing tanaman sawit 1 liter larutan induk tadi per tanaman.
  7. Atau lebih bagus lagi setiap 10 liter air dicampur 1liter larutan induk tadi dan disiramkan merata ke sekitar tanaman.
  8. Jadi 1 paket NASA bisa digunakan untuk 3 kali pembuatan larutan induk.
  9. Lakukan pemupukan NASA setiap 3-4 bulan sekali.
  10. Untuk pemupukan makronya disesuaiakan dengan rekomendasi setempat dan diberi jarak 1-2 minggu sebelum pemberian NASA.
  11. Untuk sisa Greenstar nya untuk disemprotkan ke daun. Dosis 1/2 - 1 sachet per tangki 17 liter untuk menyemprot 10 tanaman sawit.


Hasilnya bagaimana setelah memakai paket ini..?
Hasil berbeda setiap daerah tergantung kondisi tanah, cara pemupukan, bibit dan lain lain.

Untuk membuat anda yakin dan percaya, silahkan tonton testimoni dari Bapak Letkol. Purn. Purnomo  seorang pengusaha perkebunan sawit di Lampung yang telah memakai produk NASA.
Sudah puluhan tahun beliau berkebun dan telah puluhan pupuk telah beliau teliti dan pakai tetapi beliau telah memutuskan memakai pupuk organik NASA.
Setelah pakai pupuk organik NASA, pupuk NPK bisa dihemat, produktifitas dan profit meningkat hampir 100% dan kondisi tanah makin tambah subur.


Setelah melihat testimoni dari bapak Letkol. Purn. Purnomo apakah anda masih ragu memakai produk kami...?

Saksikan sekali lagi testimoni dari Bapak Chumaidi di Kab. Sintang, Kalimantan Barat yang memberikan testimoni bahwa sebelum pakai NASA hasil dari 1,5 hektar kebun sawitnya maksimal 1.9 ton sekali panen. Setelah pakai NASA, bisa mencapai hasil panen 5.3 ton/1.5 hektar dan saat musim trek masih bisa panen 1.5 ton/1.5 hektar.


,

Jangan tunggu lama lagi, segera lakukan pemesanan sekarang juga dan buktikan produk NASA sekarang juga.


Silahkan download EBOOK GRATIS PIKAT NASA,
PELAJARI dan SEGERA PESAN KE KAMI.

download ebook

(hanya 2.3 MB)

Untuk informasi, konsultasi dan pemesanan produk, hubungi: 
NUR HARYONO “NASA” 
ALAMAT: NGADISURYAN KT.I/211 Yogyakarta 55133 
HP: 0817 042 9050(XL) 0813 2660 8813(Simpati) 
PIN BB: 79F588ED
(Segera catat nomer kami sebelum anda menyesal nanti)

HOT PROMO: 

Jika anda membeli AKSI BOS sekarang,
maka untuk pembelanjaan selanjutnya anda otomatis berhak mendapatkan harga distributor setiap pembelian semua produk dari
PT. NATURAL NUSANTARA selama 2 tahun.
Promo ini berlaku jika stok paket promo masih ada.
Setelah itu akan kembali ke harga semula. 
Maka lakukan pemesanan segera sebelum kehabisan.
HAL HAL YANG SERING DITANYAKAN.
1. Apakah dengan memakai produk ini pasti ada kenaikan hasil..?
Ya...kami menjamin akan ada hasil yang didapat tetapi hasil berbeda setiap tempat dkarenakan perbedaan cara aplikasi, kondisi tanah, jenis bibit, tingkat serangan hama, dll.
2. Apakah jika saya pesan barang pasti dikirimkan...?
Pasti dikirimkan. Kami akan kirimkan pesanan ke alamat anda dengan ekspedisi yang telah ditunjuk oleh kantor pusat NASA dan akan kami pantau sampai paket sampai ditangan anda.
3. Ini bukan penipuan khan...?
Jangan pesan jika anda tidak percaya. Kami hanya melayani orang yang serius order saja.
4. Saya ingin coba sedikit dulu bisa..?
Bisa..tapi minimal order 2 kotak @3kg supaya anda benar benar merasakan hasilnya dan mempunyai keinginan untuk mencobanya. Harga bisa anda tanyakan ke saya melalui kontak diatas.
5. Bisa saya minta demplot..?
Jika anda mempunyai perkebunan diatas 500hektar, kami bisa melakukan demplot dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
6. Apakah setelah memakai produk ini tidak perlu pakai pupuk npk, urea dll lagi..?
Tidak. Pupuk makro harus tetap dipakai tetapi nanti dosis bisa dikurangi secara bertahap.

Wednesday, 12 August 2015

Budidaya Kelapa Sawit di Lahan Gambut

DELAPAN KUNCI PENGELOLAAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT

Budidaya Kelapa Sawit di Lahan Gambut
Sumber gambar: https://deslisumatran.wordpress.com
Lahan gambut memiliki peranan yang sangat penting ditinjau dari segi ekonomi dan ekologi. Lahan gambut menyediakan hasil hutan berupa kayu dan non kayu, penyimpanan air, pensuplai air dan pengendali banjir, serta merupakan habitat bagi keanekaragaman hayati. Dalam pengembangan pembangunan berbagai sektor, pemanfaatan lahan gambut menjadi alternatif cadangan terakhir bila tidak memungkinkan bagi pengembangan pada lahan mineral, dengan memprioritaskan hanya pada lahan gambut yang terdegradasi.  Sedangkan, untuk kawasan hutan gambut sebaiknya tetap dipertahankan sebagai hutan gambut.

Lahan gambut yang telah terdegradasi dan akan dimanfaatkan untuk melakukan budidaya kelapa sawit perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1. PENILAIAN KESESUAIAN LAHAN
Dalam melakukan budidaya tanaman kelapa sawit pada lahan gambut perlu dipertimbangkan dan memastikan lahan gambut sesuai untuk kelapa sawit, dalam hal ini yang paling penting adalah memastikan bahwa lokasi yang akan dipergunakanan tidak bertentangan dengan peraturan, dan layak untuk dilaksanakan usaha.
Keberhasilan dalam budidaya pada lahan gambut juga sangat tergantung pada faktor-faktor pembatas diantaranya adalah: kematangan gambut, kedalaman gambut, kedalaman lapisan pirit, frekuensi dan lama genangan. Dengan ini budidaya kelapa sawit di lahan gambut akan membutuhkan input yang sangat besar.

2. PEMBUKAAN LAHAN YANG BAIK 
 
Pengolahan Lahan Tanpa Bakar/zero burning  adalah hal yang harus diperhatikan juga, karena lahan gambut yang sudah kering dan terbakar akan banyak mengalami kerugian, baik kehilangan unsure hara yang terkandung dalam bahan organik, kehilangan musuh alami hama, dan secara umum akan terjadi pelepasan karbon dalam bentuk asap.

- Dampak kebakaran di lahan gambut adalah :
  • Terdegradasinya kondisi lingkungan
  • Penurunan kualitas fisik gambut
  • Terganggunya proses dekomposisi tanah gambut
  • Menurunkan keanekaragaman hayati
  • Rusaknya siklus hidrologi
  • emisi gas karbon-dioksida dalam jumlah besar.
- Kesehatan manusia
Kebakaran hutan dan lahan gambut telah menimbulkan asap yang berakibat terjadinya pencemaran udara sehingga akan menimbulkan penyakit pernapasan, asma, bronchitis, pneumonia, kulit dan iritasi mata.

- Hilangnya kesempatan ekonomi bagi masyarakat
Dampak langsung kebakaran bagi masyarakat yaitu berupa hilangnya sumber mata pencaharian masyarakat yang masih menggantungkan hidupnya pada hutan (berladang, beternak, berburu/menangkap ikan)serta terganggunya transportasi.

Kegiatan pembukaan PLTB dapat dilakukan dengan Pemotongan pohon, Pemancangan jalur tanam, perumpukan searah jalur tanam, Pembuatan jalan dan saluran tata air, Desain kebun dan Penanaman cover crops

3. TATA AIR (WATER MANAGEMENT)

Tata air merupakan hal yang harus diperhatikan karena sifat tanah gambut yang sudah kering tidak dapat lagi menjadi basah. Beberapa tujuan mengelola air adalah
  • Mengatur muka air, dipertahankan pada 50-75cm (ruang akar)
  • mencegah pengeringan dan penurunan muka gambut
  • mencegah oksidasi pirit (tanah sulfat masam)
  • mencegah akumulasi garam (salinitas) - mencuci zat yang meracun
Bagian bagian yang dipergunakan untuk terlaksananya tata air adalah:
  • Benteng berfungsi untuk menahan air pasang, sepanjang laut- sungai- parit
  •  Parit berfungsi untuk mengumpulkan- menyalurkan air keluar kebun
  • Pintu air berfungsi untuk mempertahankan muka air, menahan air pasang
4. PEMADATAN GAMBUT
Bertujuan untuk pamadatan gambut sehingga daya topang terhadap tanaman meningkat dan tanaman tidak mudah doyong

5. PEMBANGUNAN DAN PENINGKATAN KUALITAS JALAN
  • Pemasangan gambangan dari batang kayu
  • Membran geoteks (optional)
  • Penimbunan dengan tanah mineral (20-30cm)
  • Perataan dan pemadatan
  • Pengerasan dengan pasir dan kerikil/batu
6. PELAKSANAAN KULTUR TEKNIS YANG BAIK
  • Upaya penggalian produksi
  • Masa TBM dan TM
  • Penunasan
  • Pengendalian gulma
  • Pengendalian hama dan penyakit (Integrated Pest Management)
  • Pemeliharaan jalan
  • Perbaikan kualitas panen
  • Perawatan sarana panen
7. PEMUPUKAN
Pada gambut subur, jenis dan dosis pupuk hampir sama dengan pada tanah mineral. sedangkan pada gambut dgn kadar ca dan mg relatif lebih tinggi dibanding k, 1) tidak perlu pengapuran, dan 2) aplikasi dosis kcl 3,0 – 5,0 kg/phn/thn, Pupuk mikro wajib diberikan (Cu, Zn, Fe, B)

8. WASPADA TERHADAP API
Antisipasi terjadinya kebakaran lahan dan kebun diperlukan beberapa hal diantaranya adalah pembangunan menara pengawas api, penyiapan sarana dan prasarana pemadam api, perlunya marka tingkat bahaya api dan pembuatan organisasi pengendalian kebakaran.

Sumber : http://ditjenbun.pertanian.go.id/

Cara Meningkatkan Hasil Panen Kelapa Sawit

 
Cara Meningkatkan Hasil Panen Kelapa Sawit - Fakta bahwa tanaman buah bisa berbuah diluar musim adalah benar, termasuk para pengguna teknologi Pupuk Organik NASA sudah membuktikannya. Tetapi tentunya masih banyak orang atau pihak yang belum mempercainya, dan jikapun percaya juga masih banyak yang belum mengetahui mekanisme dan caranya. Dan ada hal yang lebih mengkhawatirkan lagi adanya pengalaman atau fakta setelah tanaman buahnya berhasil berbuah diluar musim, tidak lama kemudian tanaman buahnya malah merana ( hidup segan matipun enggan ) bahkan akhirnya mati muda. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mengetahui teori dan praktek membuahkan diluar musim dengan benar dan aman baik bagi tanamannya sendiri maupun lingkungan dan manusia penikmatnya.

Teknologi ( kombinasi teknis budidaya dan sarana produksi ) memunculkan buah di luar musim, disebut teknologi off-season. Berbagai Teknologi Off-season diantaranya secara Mekanik/Fisik, Kimia/Hormonal, dan Gabungan keduanya.

Secara Mekanis/Fisik.

Sebenarnya kita secara sengaja atau ikut-ikutan saja sudah mengenalnya bahkan mempraktekkannya karena teknologi off-season ini sudah diterapkan sejak jaman dulu antara lain :
  1. Dengan cara mengerat (Sistim Kerat) kulit pohon (pembuluh floem) melingkar sepanjang ling­karan pohon sampai kelihatan kaytu pohon (pembuluh xylem).
  2. Sistim Pruning yaitu memangkas daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau tersisa sedikit daun.
  3. Sistim Pelukaan yaitu dengan melukai kulit pohon (pembuluh floem) menggunakan benda tajam. Bentuknya bisa dengan mengerok, mencacah, mema­ku atau mengiris kulit kayu.
  4. Sistim Pengikatan yaitu mengikat erat pohon de­ngan kawat hingga transpor hasil foto­­sintesa pembuluh floem terhambat.
  5. Sistim Stressing air yaitu tidak menyiram ta­naman hingga mencapai titik layu permanen, kemudian dengan tiba-tiba melakukan penggenangan per­akaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.
Kelima teknologi off-season konven­sional ini, prinsip mekanismenya adalah meru­bah perbandingan unsur carbon (C) dan nitrogen (N) –C/N ratio– dalam tubuh tanaman. Tetapi resiko gagalnya tinggi, kalau aplikasinya kebetulan pas/tepat bisa berhasil, hanya saja jika tidak pas/tepat maka bisa ga­gal. Selain tidak bisa mem­berikan kepastian, juga dapat meng­akibatkan kerusakan pohon se­ca­ra fisik dan fisiologis, akibatnya tanaman sengsara dan menderita.

Secara Kimia
Umumnya menggu­nakan agro-chemical, beru­pa bahan aktif zat pe­ngatur tumbuh (ZPT).Pada prinsip­nya tek­nologi agro-chemical ini merubah fisiologis tanaman dengan cara meng­hambat fase pertum­buhan vegetatif de­ngan peran hormon atau senyawa kimia tertentu, agar muncul fase generatif (bunga dan buah). Dengan istilah lain merupakan “pemaksaan/pemerkosaan” sehingga mengakibatkan risiko tanaman mengalami kesengsaraan atau penderitaan.

Ternyata keduanya  baik secara fisik/mekanis maupun kimia, masih berpotensi menimbulkan risiko tanaman merana atau menderita. Untuk mencegah atau meminimalisir kesengsaraan/penderitaan pada tanaman.Maka penting kita ketahui dan praktekkan hal-hal sebagai berikut pada tanaman yang akan kita treatment/perlakukan :

  1. Memahami persepsi. Bukan sekedar “membuahkan diluar musim” sehingga melakukan segala cara tanpa memperhatikan kepentingan dan kebutuhan tanaman secara jangka pendek dan jangka panjang.Tetapi relative bijaksana dengan persepsi mempercepat upaya pemulihan (recovery ) tanaman dengan memenuhi seluruh kebutuhannya secara tepat, lengklap dan berimbang agar lebih cepat kembali memasuki fase generative daripada musim buah pada umumnya.
  2. Memenuhi kebutuah tanaman diantaranya dengan memperhatikan dan mengkondisikan atau minimal menyesuaikan factor eksternal antara lain suhu, cahaya, pemupukan, penyiraman/pengairan, hama dan penyakit dll.
  3. Khusus pemupukan, kita harus mengikuti prinsip LIMA TEPAT (Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Cara, Tepat Sasaran).
  4. Khusus Tepat Jenis, kita harus memahami bahwa tanaman membutuhkan sekitar 60-90 jenis unsur hara dalam hidupnya, dismping unsur makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S), juga unsur mikro (Fe, Zn, B, Mo, Mn, Cu, Cl) dan unsur-unsur lainnya. Sehingga disamping menggunakan pupuk-pupuk makro (misal urea, SP36, KCl, NPK majemuk dll) juga harus digunakan pupuk organik yang mempunyai kandungan lengkap dan komposisi berimbang.
  5. Pupuk organic yang digunakan sebaiknya juga dilengkapi enzyme, hormon (auksin, sitokinin, giberelin), asam-asam amino, humat dan vulfat dll. Karena dengan memilih dan menggunakan pupuk yang tepat akan sangat membantu keberhasilan mempercepat pemulihan (recovery) tanaman untuk berbuah kembali lebih cepat dari musimnya.
  6. Berkaitan dengan hal ini, penting juga kita memahami analogi proses memasak agar tanaman terjaga dan bertahan dengan baik atau normal dalam jangka panjang meskipun diberikan treatment. Ketika kita berbicara proses memasak pembuatan kue maka kita harus menyesuaikan target jumlah kue yang akan dibuat dengan ketersediaan bahan bakunya, alatnya dan kokinya. Unsur hara atau pupuk analog dengan bahan baku rotinya, enzyme analog dengan oven atau alat masaknya, dan hormone analog dengan kokinya. Jadi treatmentnya tidak hanya hormonnya/Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) karena akan berisiko membuat tanaman merana dan menderita akibat bahan baku pupuk dan alat masaknya (enzyme) kurang. 
  7. Dalam hal ini teknologi Pupuk Organik NASA ( POWER NUTRITION, GREENSTAR, SUPERNASA, SUPERNASA GRANUL, POC NASA, POC BINTANG TANI, HORMONIK dan lainnya ) relative mampu mencukupi keperluan 60-90 jenis unsur hara ( pupuk NPK perlu tetap ditambahkan), hormon auksin, giberelin dan sitokinin, enzyme, asam-asam amino, humat dan vulfat dll. 
  8. Tanaman harus sehat, dengan ditandai percabangan merata, daun berwarna hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.
  9. Tanaman harus sudah cukup umur atau sudah pernah berbunga. Pem­bu­ngaan di bawah umur dapat meng­akibatkan terganggunya pertum­buhan vegetatif tanaman yang meng­akibatkan postur tanaman menjadi kerdil dan tidak sehat.
  10. Lebih utama tanaman tidak dalam fase akselerasi pertumbuhan vege­tatif ditandai dengan tidak adanya: pertumbuhan tunas tanaman dan daun baru (pupus).
Maka dari itu dengan cara pengolahan tanah yang baik yaitu dengan menggunakan teknologi Pupuk Organik NASA yang Telah terbukti mampu mengurangi pemakaian pupuk kimia ( Urea,TSP,KCl ) serta mampu meningkatkan hasil panen bagi para petani. Serta pemakaian Pestisida Organik NASA yang juga telah terbukti mampu mangatasi kendala hama dan penyakit pada tanaman.