Create Your ad Here

Showing posts with label Kelapa Sawit. Show all posts
Showing posts with label Kelapa Sawit. Show all posts

Friday, 11 December 2015

Prospek Minyak Kelapa Sawit

Prospek Minyak Kelapa Sawit
Komoditas kelapa sawit yang memiliki berbagai macam kegunaan baik untuk industry pangan maupun non pangan, prospek pengembangannya tidak saja terkait dengan pertumbuhan minyak nabati dalam negeri dan dunia, namun terkait juga dengan perkembangan sumber minyak nabati lainnya, seperti kedelai, rape seed dan bunga matahari. Dari segi daya saing, minyak kelapa sawit mempunyai daya saing yang cukup kompetitif dibanding minyak nabati lainnya, karena ; (1) produktivitas per hektar cukup tingggi ; (2) merupakan tanaman tahunan yang cukup handal terhadap berbagai perubahan agroklimat; dan ditinjau dari aspek gizi minyak kelapa sawit tidak terbukti sebagai penyebab meningkatnya kadar kolesterol bahkan mengandung beta karoten sebagai pro-vitamin A.

CPO (Crude Palm Oil) adalah komoditas minyak nabati utama sektor perkebunan sawit di Indonesia yang merupakan produsen kedua terbesar setelah Malaysia. Areal pengembangan tananam kelapa sawit rakyat mengalami pertumbuhan yang cukup singnifikan dari tahun ke tahun.

Berbagai kemajuan telah diperoleh dalam pengembangan tanaman kelapa sawit dan berbagai manfaat telah dapat diwujudkan sebagai hasil upaya dari para pelaku agribisnis kelapa sawit, dukungan dari berbagai pihak seperti perbankan, penelitian dan pengembangan serta dukungan sarana prasarana ekonomi lainnya oleh berbagai instansi terkait dalam pengembangan agribisnis kelapa sawit sangat berperan penting. Berbagai manfaat yang berhasil diwujudkan antara lain ; peningkatan pendapatan petani dan masyarakat, peningkatan ekspor, peningkatan kesempatan kerja dan yang terpenting adalah mendukung upaya dalam pengembangan wilayah agar lebih maju dan berkembang. Jika kita lihat dari sisi upaya pelestarian lingkungan hidup, tanaman kelapa sawit yang merupakan tanaman tahunan berbentuk pohon (tree crops) dapat berperan dalam penyerapan gas-gas rumah kaca atau jasa lingkungan lainnya seperti konservasi biodiversity atau eko-wisata. FAO dalam sidangnya di Roma beberapa tahun yang lalu juga telah menerima usulan dari Malaysia agar kebun kelapa sawit bisa diterima sebagai tanaman hutan karena fungsi-fungsinya yang komplementer dengan fungsi tanaman hutan.

Pengembangan agribisnis kelapa sawit di Indonesia telah memberikan dampak yang sangat positif dalam pembangunan nasional, karena kelapa sawit adalah merupkan salah satu penghasil devisa dari sektor non migas yang cukup penting.

Konsumsi minyak nabati dunia selalu melebihi produksinya sehingga kecenderungan harga minyak nabati dunia akan selalu naik. Sumber Oil world : produksi dan konsumsi minyak nabati dunia pada periode 2008-2012 diperkirakan 132 juta ton, sedangkan produksinya hanya 108 juta ton sehingga perlu pasokan baru sebesar 24 juta ton.

Minyak kelapa sawit mempunyai prospek yang lebih baik dari minyak nabati lain pada masa mendatang karena beberapa faktor antara lain :

1.Produktivitas minyak sawit cukup tinggi dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.
2.Sebagai tanaman tahunan, kelapa sawit lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya dibandingkan dengan tanaman semusim seperti kedelai dan bunga matahari.
3.Ditinjau dari kesehatan, minyak kelapa sawit mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan minyak nabati lainnya karena mengandung beta karoten sebagai pro-vitamin A dan vitamin E
4.Selain itu minyak kelapa sawit dapat dijadikan sebagai bahan baku industry oleokimia yang mempunyai keunggulan dibandingkan dengan produk berbahan baku minyak industry. Minyak sawit merupakan sumber bahan baku yang dapat diperbaiki (renewable). Sedangkan minyak bumi diperkirakan akan habis dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.
5.Produk oleokimia yang berbahan baku minyak sawit lebih aman, karena sifat dasarnya yang dapat dimakan dan ramah terhadap lingkungan dan mudah diuraikan (bio-degradable)

Minyak/lemak nabati yang dikonsumsi oleh masyarakat dunia adalah minyak kedelai, minyak biji lobak, minyak biji kapas, minyak biji bunga matahari, minyak kelapa, minyak jagung, minyak wijen, minyak zaitun dan minyak kelapa sawit. Meningkatnya permintaan terhadap minyak nabati sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu tanaman dengan produktivitas minyak yang lebih tinggi menjadi harapan untuk memenuhi permintaan pasar di masa mendatang. Produktivitas Kelapa Sawit yang mencapai 4 ton/ha/tahun jauh melebihi produktivitas kedelai yang hanya 0,4 ton/ha/tahun dan minyak lobak 0,57 ton/ha/tahun.

Negara yang konsumsi minyak nabatinya akan terus naik antara lain adalah Cina, Jepang, Amerika dan Eropa, sedangkan untuk konsumsi dalam negeri juga cukup berkembang pesat dengan produk-produk yang berbahan baku kelapa sawit seperti ; deterjen, sabun, kosmetik, obat-obatan dan margarine. Hal tersebut secara makro mengindikasikan bahwa prospek pengembangan agrobisnis kelapa sawit serta pemasaran CPO dan turunannya dimasa mendatang sangat baik dan potensial.

Sumber : http://e7naga.blogspot.com/2009/04/crude-palm-oil.html

Wednesday, 8 October 2014

Mempelajari Cara Budidaya Kelapa Sawit

Salam sejahtera semuanya pada artikel ini saya akan membahas tentang bagaimana banyak perusahaan sawit ( baca : daftar perusahaan kelapa sawit di indonesia )membudidayakan perkebunan sawit dan cara pengolahanya sampai menjadi CPO hingga menjadi minyak goreng. Sekarang ada beberapa hal yang harus kita ketahui tentang hal hal dasar tentang kelapa sawit seperti dibawah ini
budidaya kelapa sawit


Hal dasar yang harus diketahui dalam membudiyakan sawit

Kecambah
Kelapa sawit berkembang biak dengan bijji dan akan berkecambah untuk selanjutnya tumbuh menjadi tanaman. Bibit kelapa sawit membutuhkan waktu tiga bulan untuk meberubah menjadi organisme yang mampu memfotosintesis dan mengabsorpsi makanan dari dalam tanah secara sempurna.

Batang dan daun
Kelapa sawit memiliki batang yang tidak bercabang. Pada pertumbuhan awal setelah fase muda terjadi pembentukan batang yang melebar tanpa terjadi pemanjangan internodia Kelapa sawit memiliki daun yang menyerupai bulu burung atau ayam di bagian pangkal pelepah daun terbentuk dua baris duri yang sangat tajam dan keras di kedua sisinya.

Bunga dan Buah
Tiga bulan untuk kelapa sawit adalah umur yang cukup dewasa untuk kelapa sawit oleh karena itu biasanya kelapa sawit akan mengeluarkan bunga jantan dan betina. Bunga tersebut keluar dari ketiak atau pangkal pelepah daun bagian dalam. Perbandingan bunga betina dan bunga jantan sangat dipengaruhi oleh pupuk dan air. Jika tanaman kekurangan pupuk atau kekurangan air, bunga jantan akan lebih banyak keluar umur buah muda berwarna hijau pucat. Semakin tua berubah menjadi hijau hitam hingga kuning.

Jenis kelapa sawit 

Dura: dura adalah jenis kelapa sawit yang mempunyai cangkang tebal 3-5 mm, daging buah tipis, dan rendemen minyak 15-17 %.
Tenera: Tenera dalah jenis kelapa sawit yang mempunyai cangkang agak tipis 2-3 mm, daging buah tebal, dan rendemen minyak 21-23%.
Pesifera: Jenis kelapa sawit ini mempunyai cangkang sangat tipis, daging buah tebal, biji kecil dan rendemen minyak tinggi 23-25%.

Tahap Budidaya kelapa sawit 

Pembibitan 
( baca: cara pembibitan kelapa sawit ).
Pemupukan 
( baca: cara pemupukan kelapa sawit ). 

Penyiapan Polibag 
Polibag yang digunakan sebaiknya berwarna hitam dengan panjang 42 cm, lebar 33 cm atau berdiameter 23 cm, dan tebal 0,15 cm. polibag diberi lubang berdiameter 0,5 cm sebanyak dua baris. 
Penanaman 
Sehari sebelum penanaman, tanah tanam dalam polibag harus disiram. Bibit dipindahkan dari media tahap awalsetelah berdaun 2-3 helai dan berumur maksimum tiga bulan. Penanaman dilakukan dengan cara membuat lubang di polibag seukuran dengan diameter babybag.
Penyiraman dan Penyiangan
Penyiraman dilakukan setiap hari secara teratur. Saat musim kemarau, siram bibit dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Kebutuhan air penyiramann sebanyak 2 liter air/bibit/hari.
Pemusnahan Hama
Pengendalian hama dapat dilakukan  secara manual, yaitu dengan mengambil satu per satu serangga, lalu membunuhnya. 
Menghindari Penyakit
Penyakit yang sering muncul pada tanaman sawit crown disease dan blast disease. Crown disease adalah penyakit busuk tajuk. Gejalanya ditandai dengan daun muda yang baru muncul mengalami pembusukan. Penyakit ini belum dapat diatasi secara kimiawi. Blast disease adalahpenyakit busuk pada akar kelapa sawit yang disebabkan oleh serangan jamur. Pemberantasannya sangat sulit. Tindakan yang dapat dilakukan hanya dengan mencabut dan membakar tanaman kelapa sawit yang terinfeksi.

Tuesday, 7 October 2014

TOP Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia

Hay brother semua, pada artikel ini kita akan mengupas tuntas beberapa perusahaan yang mengelolah perkebunan kelapa sawit. Pebisnis kelapa sawit sangat lah banyak dari yang mendirikan perusahaan kelas UKM sampai perusahaan - perusahaan besar, perusahaan apa saja yang menjadi TOP perusahaan perkebunan sawit di indonesia.

Perusahaan Kelapa Sawit

Sebelum masuk ke subtopik silahkan masuk kehalaman berikut
Pupuk organik sawit terbaik
Cara pembibitan kelapa sawit

Daftar perusahaan perkebunan kelapa sawit

1. PT.Golden Agri Resources (GAR)
Golden Agri Resources  adalah anak perusahaan dari sinar mas, perusahaan kelapa sawit terbesar kedua di dunia dengan total area yang ditanami 470.600 hektar (termasuk perkebunan petani) data ini diambil pada tanggal 30 Juni 2014 yang lahannya terletak di Indonesia. Perusahaan ini telah operasi difokuskan pada produksi minyak nabati berbasis kelapa sawit dan lemak terintegrasi. Perusahaan perkebunan ini didirikan pada tahun 1996, GAR tercatat di Bursa Efek Singapura sejak tahun 1999 dengan penghasilan pasar sebesar US $ 5700000000 pada tanggal 30 Juni 2014.

( Hasil CPO 15.000 ton )

Contact

108 Pasir Panjang Road,
#06-00 Golden Agri Plaza, Singapore 118535
+65 6590 0800

2. Wilmar International Group
Wilmar International Limited, yang didirikan pada tahun 1991 dan berkantor pusat di Singapura, saat ini perusahaan ini adalah kelompok agribisnis terkemuka di Asia. Usaha Wilmar adalah termasuk budidaya kelapa sawit, biji minyak menghancurkan, penyulingan minyak goreng, gula penggilingan dan pemurnian, lemak khusus, oleokimia, biodiesel dan manufaktur pupuk dan pengolahan biji-bijian. Pada inti dari strategi Wilmar adalah model agribisnis terpadu yang tahan banting yang mencakup seluruh rantai nilai bisnis pengolahan komoditas pertanian, dari originasi dan pengolahan untuk branding, merchandising dan distribusi berbagai produk pertanian. Perusahaan ini mempunyai lebih dari 450 pabrik dan jaringan distribusi yang luas yang mencakup Cina, India, Indonesia dan beberapa 50 negara lainnya. Grup didukung oleh tenaga kerja multinasional dari sekitar 90.000 orang.

( Hasil CPO 7.500 ton )

Contact
56 Neil Road Singapore 088830
Tel: (65) 6216 0244

3. Perkebunan Nusantara (PTPN) IV
PTPN IV adalah perusahaan milik BUMN yang bergerak pada bidang usaha agroindustri. PTPN IV mengusahakan perkebunan dan pengolahan komoditas kelapa sawit dan teh yang mencakup pengolahan areal dan tanaman, kebun bibit dan pemeliharaan tanaman menghasilkan, pengolahan komoditas menjadi bahan baku berbagai industri, pemasaran komoditas yang dihasilkan dan kegiatan pendukung lainnya. Daerah penyebaran ada di 9 Kabupaten, yaitu Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, Padang Lawas, Batubara dan Mandailing Natal.

( Hasil CPO  6.675 ton )

Contact
Jalan Letjend. Suprapto no. 2 Medan – 20151
Phone : +62-61-4154666

4. Astra Agro Lestari Tbk
Setelah perjalanan panjang perusahaan yang memiliki aset Rp 14.960.000.000.000 pada akhir tahun 2013, Perkebunan yang dikelola total 281.378 ha perkebunan kelapa sawit, yang terdiri dari 220.021 ha perkebunan inti dan 61.357 ha perkebunan plasma. Untuk mengoperasikan perusahaan ini Perseroan mempekerjakan 29.766 karyawan tetap yang dibagi di Jakarta, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

( Pasokan CPO 6000 ton )

Jakarta Head Office
Jl. Puloayang Raya Blok OR-I
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta 13930Indonesia
Tel. : (021) 4616555


5. Minamas Plantation group
Sime Darby Plantation diwakili oleh anak perusahaan Minamas Plantation yang mempunyai kantor pusat di jakarta, perusahaan yang didirikan pada bulan April 2001 Ini telah hadir di delapan provinsi dengan total landbank 289.422 hektar dari 204.504 yang ditanami kelapa sawit, yang mewakili sekitar 71% dari total luas tanaman perusahaan.

( Pasokan CPO 6000 ton )

Contact
Telp: (603) 7848 4000 

6. Asian Agri group
Asian Agri merupakan salah satu produsen terbesar minyak sawit di Asia dengan kapasitas produksi tahunan sebesar satu juta ton minyak sawit. Saat ini perusahaan mengelola 28 perkebunan kelapa sawit dan 19 pabrik kelapa sawit yang semuanya terletak di SumateraBangunan ini memiliki perkebunan kelapa sawit total 160.000 hektar, dimana 60.000 hektar dikembangkan dengan petani di bawah skema Plasma / KKPA.

( Hasil CPO 6.000 ton )

Contact
Jl. MH. Thamrin 31 d/h Jl. Teluk Betung 31
Kel. Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat 10230
Tel: +62 (21) 392 3189

Cara Pembibitan Kelapa Sawit dengan bibit Unggul



Pembibitan dapat dilakukan dua tahap pekerjaan. Pembibitan satu tahap berarti kecambah kelapa sawit langsung ditanam di polibag besar atau langsung di pembibitan utama (main nursery).  Pembibitan dua tahap memiliki keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan pembibitan satu tahap. Kalo menggunakan pembibitan dua tahap, luasan pembibitan menjadi lebih kecil dan memungkinkan untuk dibuat naungan. Keuntungan lainnya, penyiraman menjadi lebih mudah dan bibit terhindar dari penyinaran matahari secara langsung sehingga risiko kematian tanaman menjadi sangat kecil. Pembibitan awal (prenursery) merupakan tempat kecambah kelapa sawit ditanam dan dipelihara hingga berumur tiga bulan. Selanjutnya, bibit tersebut dilakukan selama 2-3 bulan, sedangkan pembibitan main nursery selama 10-12 bulan. Sekarang kita bahas tahap awalnya dahulu yaitu prenursery.

Awal pembibitan dan perawatan kelapa sawit 

Lokasi
lokasi untuk pembibitan awal sebaiknya datar atau kemiringan tanah 30 sehingga pembuatan bedengan prenursery nantinya akan rata. Bagian atas bedengan sebaiknya memiliki naungan, berupa atap buatan atau pohon. Pagar prenursery untuk mencegah hewan pengganggu masuk dan merusak pembibitan. Lokasi sebaiknya dekat dengan sumber air.
Pemesanan Kecambah
Seleksi kecambah dilakukan dengan melakukan pemilihan penggunaan kecambah yang bagus dan dapat mencukupi kebutuhan lahan anda. Satu hektar lahan tanaman dengan populasi 143 pohon membutuhkan kecambah 220 biji dengan asumsi kecambah yang mati dan abnormal sekitar 25%  untuk kebutuhan penyulaman sekitar 10%.
Penanaman Kecambah
Letakkan kecambah di tempat yang tidak terlalu terik akan matahari teduh, kemudian segera tanam ke dalam baybag. Kecambah hanya dapat bertahan 3-5 hari di tempat penghasil kecambah. Dua hari menjelang penanaman kecambah, media tanam yang berada di dalam babybag harus disiram setiap pagi. Gemburkan permukaan media dengan jari telunjuk atau dengan ibu jari, kemudian buat lubang untuk meletakkan kecambah.
Penyiangan dan penyiraman
Penyiangan dilakukan dengan mencabut semua rumput tumbuh dibabybag menggunakan tangan. Penyiangan sebaiknya dilaksanakan dua minggu sekali. Penyiraman dilakukan setiap hari secara teratur, yakni pada pagi hari saat pukul 06.00-10.30 dan sore hari dimulai pukul 15.00. Volume air yang disiramkan sekitar 0,25-0,5 liter per bibit.
Proteksi dan Seleksi
Serangan hama dan penyakit selama di prenursery  biasanya belum ada. Jika ada, dapat diberantas dengan diambil  menggunakan tangan. Serangan penyakit yang berasal dari sejenis jamur dapat dikendalikan dengan fungisida yang banyak dijual di pasaran, seperti Dithane, Sevin, dan Anthio dengan dosis sesuai yang dianjurkan.

Tahap pembibitan sawit unggul terakhir

Pemupukan
Pengangkutan bibit sawit dari dari prenursery ke main nursery dengan membawanya menggunakan babybag ke dalam peti kayu berukuran 66,5 x 42 x 27,5 cm. Setiap peti kayu dapat memuat 35 bibit. Pengangkutan harus sangat berhati-hati dan setelah sampai lahan bibit harus segera ditanam di main nursery.  ( baca cara pemupukan yang baik untuk sawit )
Pengangkutan Bibit
Selama tiga bulan di prenurserbiasanya bibit tidak dipupuk. Namun, jika tampak gejala kekurangan hara dengan gejala seperti daun menguning, bibit perlu dipupuk menggunakan pupk N dalam bentuk cair. Konsentrasi pupuk urea atau pupuk majemuk sekitar 0,2% atau 2 gram per liter air untuk 100 bibit. Pupuk diaplikasikan melalui daun dengan cara disemprot pada bibit berumur lebih dari satu bulan atau telah memiliki tiga helai daun. Frekuensi pemupukan dilakukan seminggu sekali.

Cara Pemupukan Kelapa Sawit yang Baik

Cara Pemupukan SawitHalo pengusaha sawit semua artikel saya ini akan menjelaskan kepada pemula yang baru  dan ingin berbisnis sawit atau untuk kalian yang sudah tahu tetapi ingin lebih mendalaminya lagi. Setiap orang dalam bisnis ini mempunyai metode yang sama atau berbeda dalam melakukan pemupukan kelapa sawit tetapi topik ini senang saya bagikan untuk anda yang berdasarkan pengalaman saya selama 6 tahun berbisnis sawit ( sebelumnya silahkan membaca cara tepat membibit kelapa sawit ). Hal paling terpenting sebelum memlakukan pemupukan adalah membersihkan dahulu piringan sawit, piringan sawit adalah bulatan disekeliling pohon sawit ini dilakukan agar hama tidak mengganggu proses pemupukan dan jangan lupa bersihkan keliling sawit dari rumput. Oke kita lansung saja melihat bagaimana cara pemupukan sawit yang baik.

Metode pemupukan sawit 

  1. Untuk di tanah yang datar pupuk ditabur merata 0,5 m dari pohon kelapa sawit sampai pinggiran melingkar lakukancara ini secara merata.
  2. Jangan menyebarkan pupuk yang bukan pada tempatnya, karena akan mempengaruhi hasil dari pemupukan kelapa sawit yang dilakukan. 
  3. Sebarkan pupuk tepat kepada tanaman kelapa sawit yang mempunyai akar-akar rambut paling banyak. Letaknya kira-kira dekat mahkota daun bagian yang terluar dari kelapa sawit. 
  4. Gunakanlah selalu alat takaran pemupukan kelapa sawit supaya dosis pemupukan bisa tepat dalam penggunaannya. Untuk pengguna pupuk cair Biotrent sawit atau pupuk cair lainya takarannya adalah tutup botolnya lalu anda bisa lansung menyebarkanya di sekililing tanaman sawit atau dituang menggunakan ember. Pupuk memang baik untuk merangsang produktifitas buah kelapa sawit, tetapi jika berlebihan juga akan berakibat buruk. 
  5. Waktu adalah faktor yang sangat menentukan efektifitas pemupukan tanaman kelapa sawit.  Pastikan Anda memupuk tepat waktu dan tepat musim sehingga tidak mengganggu pertumbuhan kelapa sawit Anda.

    Dosis Pemupukan

    Berikut adalah tabel dosis pemupukan menggunakan metode pemupukan biotrent cair dan pupuk kimia




    Tempat penyebaran pupuk sawit

    Oke selanjutnya kita akan melihat tempat menyebaran pupuk atau lokasi yang dipilih sebagai tempat untuk melakukan pemupukan kelapa sawit adalah sebagai berikut:
    1. Bokoran
    2. Ujung bokoran 
    3. Ujung pelepah

    Cara praktis memupuk sawit

    1. Disebar dari atau langsung ditabur di atas tanah.
    2. Taburkan di rorak-rorak atau di pinggir guludan. Rorak atau guludan adalah gundukan dan saluran air. 
    3. Pemupukan dengan metode dibenam. 
    4. Dimasukkan dalam tanah dalam bentuk cairan. 
    5. Dimasukkan ke dalam batang. (Stem injection).
    6. Memupuk melalui daun (Nutritional spray).
     

      Friday, 29 August 2014

      Aspek Botani Dan Morfologi Kelapa Sawit

      Kelapa sawit merupakan tanaman dengan batang kolumnar tunggal yang memiliki karakteristik berbeda dengan kelapa (Cocos nucifera), yaitu berkaitan dengan sudut penyisipan tidak teratur sepanjang malai daun (Hartley 1988). Kelapa sawit termasuk biji berkeping satu atau monokotil, suku Cocoideae, genus Cocos dan famili Palmae (Hardon 1995). Nama genus Elaeis mencerminkan isi buah kelapa sawit yang berminyak (dari elaion, bahasa Yunani untuk minyak), dan guineensis mengacu pada asal-usul kelapa di pedalaman Teluk Guinea di Afrika Barat (Jacquemand 1998).  Pengetahuan tentang botani kelapa sawit penting untuk manajemen agronomi yang tepat. 
      Morfologi Kelapa Sawit

      Tanaman kelapa sawit diklasifikasikan sebagai berikut
      Divisi               : Embryophyta siphonagama
      Kelas               : Angiospermae
      Ordo                : Monocotyledonae
      Family             : Arecaceae
      Subfamili         :  Cocoideae
      Genus              : Elaeis
      Spesies            : 1. E.guineensis jacq
                                2. E. oleifera (H.B.K ) Cortes
                                3. E. odora

      Varietas/Tipe   : Digolongkan berdasarkan :
      1.   Tebal tipisnya cangkang (endocarp) : dikenal ada tiga varietas/tipe, yaitu Dura, Pisifera, dan Tenera.
      2.   Warna buah : dikenal tiga tipe yaitu Nigrescens, Virescens, dan Albescens

      SISTEM AKAR
      Beberapa studi menunjukkan bahwa praktek budaya dan variabilitas spasial dalam kesuburan tanah berpengaruh terhadap perkembangan akar dan distribusinya. Hal ini berpengaruh juga terhadap strategi dan efisiensi penggunaan pupuk di sekitar perakaran kelapa sawit.
      akar kelapa sawit

      Anatomi dan komposisi sistem akar kelapa sawit telah dijelaskan Purvis (1956). Nutrisi dan penyerapan air diperkirakan terjadi pada permukaan ujung akar primer, sekunder, tersier dan ke seluruh akar kuartener.  Penelitian dasar untuk mengetahui informasi yang lebih akurat terhadap fisiologi serapan hara akar kelapa sawit perlu dilakukan. Tingkat distribusi hara untuk kelapa sawit, dihitung dari panjang akar halus dan data hara yang terserap, yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan tanaman beriklim tahunan lainnya (Tinker, 1976).

      Secara morfologi, sistem perakaran kelapa sawit bersifat mudah menyerap air dan menyebar dengan diameter 0.8 m ke dalam tanah di bawah batang.  Biomassa akar mengandung 30-40 ton bahan kering/ha yang cenderung tetap walaupun ada peremajaan.   Disamping itu, deposisi akar memiliki konstribusi yang sangat penting untuk mengganti dan menambah bahan organik di dalam tanah, dan mengukur kekuatan akar dalam beberapa pengujian pemakaian karbon pada tanaman tahunan.

      Biomassa akar paling banyak ditemukan sekitar 1 m dari tanah, namun akar yang aktif menyerap hara banyak ditemukan sekitar 0.5 m dari tanah atas.  Akar yang paling dalam berfungsi menyerap air karena konsentrasi hara pada tanah tropis sangat sedikit, yaitu kurang dari 0.5 m di atas permukaan tanah.  Perkembangan akar vertikal berada di kondisi tanah yang banyak air maupun sedikit air (lapisan tanah lithic atau plinthic).  Penelitian menunjukkan akar yang paling banyak ditemukan adalah di sekitar 30 cm dari permukaan tanah (Gray 1969; Purvis 1956; Ng et al. 1968; Ruer 1967a,b).

      Tinker (1976) membedakan 4 kategori akar berdasarkan diameter akar, yaitu akar primer, sekunder, tersier, dan kuarter.  Akar primer (diameter 2-4 mm) adalah akar adventif yang berasal dari batang dan menuju ke bagian bawah batang.  Akar sekunder (diameter 2-4 mm) merupakan akar cabang dari akar primer dan pertumbuhan seringkali ke permukaan tanah dan horizontal.  Akar tersier (diameter 0.7-1.2 mm dengan panjang ≤15 cm) berada di akar sekunder.  Akar kuarter (diameter 0.1-0.3 mm dengan panjang ≤3 cm) berada di akar tersier.

      Akar kelapa sawit diketahui memiliki jarak transfer yang luas.  Lambourne (1935) menunjukkan akar primer kelapa sawit dewasa dapat mencapai 21 m dari batang pokoknya.  Distribusi kuantitatif akar tersier dan kuarter secara horizontal ditentukan oleh umur tanaman dan ini penting untuk rekomendasi dalam melakukan strategi pemupukan.  Selama 6 tahun setelah tanam (tst), distribusi akar mencerminkan perkembangan kanopi, dan seringkali sekitar 2.5 m dari titik pokok tanaman pada umur ≤2.5 tst.  Bahkan pada beberapa varietas, akar kelapa sawit pada umur 4.5 – 8.5 tst dapat mencapai 0-2.5 m dan 2.5-5 m dari batang pokok.
      • Akar, Tanaman kelapa sawit berkeping satu, sistim perakarannya serabut, akar pertama yang muncul dari biji yang berkecambah disebut Radikula. Radikula selanjutnya akan mati dan digantikan dengan akar-akar primer yang tumbuh dari bahagian bawah batang, kemudian bercabang akar sekunder, tersier, kuarterner. 
      • Diameter akar primer 5 - 10 mm
      • Diameter akar kuarterner 0,1 - 0,3 mm
      • Diameter akar tersier 1 - 2 mm
      • Diameter akar sekunder 2 - 4 mm
      Akar yang paling aktif menyerap air dan unsur hara adalah akar tersier dan kuarterner berada pada kedalaman 0-60 cm dan jarak 2-2,5 m dari pangkal pohon.

      BATANG
      Batang kelapa sawit dewasa adalah vertikal, seragam, dan tinggi mencapai 25-30 m.  Fungsi batang kelapa sawit yaitu 1) menambah kekuatan untuk daun tombak, 2) struktur terdekat untuk sistem vaskuler transfer hara dan air, serta 3) tempat penyimpanan karbohidrat dan hara (potassium, K).  Lebih dari 12-15 tahun, batang ditutup oleh daun sebelum pemotongan pelepah selama proses pemangkasan dan panen.  Perkembangan batang meliputi 2 fase.  Selama fase pertama dari penanaman hingga 3.5 tst batang terbentuk untuk pangkal batang (diameter 0.4-0.6 m) dengan penambahan tinggi sangat kecil.  Pertumbuhan batang pada fase 2 sangat cepat 0.3-0.6 m/th, namun mengalami penurunan 0.2-0.4 m/th pada tanaman di atas 15 tst. 
      Batang kelapa sawit

      Penambahan pertumbuhan tanaman kelapa sawit sangat menentukan karakteristik tanaman dan variasi yang sangat banyak pada bahan tanam keturunannya.  Perbedaan tinggi tanaman dipengaruhi secara genetik dan variabilitas tanah melalui peningkatan intersepsi cahaya dengan adanya penambahan kerapatan kanopi.  Kompetisi antar tanaman yang tinggi disebabkan karena jarak tanam yang dekat sehingga meningkatkan pertumbuhan meninggi dan mengurangi hasil.  Kerapatan tanam dapat mengurangi nilai ekonomi dan mengurangi waktu hidup tanaman.

      Variabilitas pertumbuhan meninggi antar projeni disebabkan karena variabilitas genetik dan tanah diperkirakan menghasilkan intersepsi cahaya membaik pada tanaman yang lebih tua >8 tst dengan meningkatkan kerapatan kanopi (Breure, buku ini).  Kompetisi yang tinggi antar-tanaman kelapa sawit karena jarak tanaman yang tertutup di lapangan, akibat dari pertumbuhan meninggi yang meningkat dan dapat menurunkan hasil.  Dengan demikian, kepadatan penanaman yang sangat tinggi dapat mengakibatkan kerugian ekonomi akibat penurunan hasil dan mengurangi masa aktif secara ekonomi.

      Batang kelapa sawit memiliki tiga lapisan, 1) lapisan kulit luar, yang dibentuk perpanjangan basis daun dan terdiri dari jaringan fibrosa padat. Hal ini cukup tipis dan berwarna krem; 2) lapisan perikel, ditemukan di dalam kulit dan berwarna keabu-abuan. Ini adalah jaringan dari mana akar dibentuk pada pangkal batang dan di dalam lubang tanam; dan 3) pusat silinder atau inti, yang terdiri dari ikatan pembuluh padat terdiri dari jaringan floem dan xylem di sekitar parenkim (Tomlinson, 1961).
      Batang kelapa sawit

      Tunas yang tumbuh tunggal atau apical meristem terletak pada 10-12 cm di diameter 2,5-4 cm secara mendalam di bagian atas batang.  Jika apikal meristem rusak, maka tanaman secara fungsional mati.  Daun yang ada dapat tetap hijau untuk beberapa waktu, tetapi tidak ada daun baru yang diproduksi.  Jika apikal meristem dari bibit kelapa sawit telah mati atau rusak oleh penyakit (busuk tunas) atau hama (kumbang Oryctes), maka kelapa sawit tidak akan pulih dan harus diganti.

      Batang yang menunjukkan bentuk piramida dipengaruhi oleh kekurangan fosfor (P) akut. Lingkar batang meningkat setelah perbaikan kandungan P, namun produktivitas kelapa sawit tidak mungkin untuk pulih sepenuhnya, terutama jika tindakan perbaikan tertunda. Sejumlah unsur hara yang terakumulasi dalam batang kelapa, yang mungkin berisi lebih dari 180 N kg dan 280 kg K / ha pada saat replanting (penanaman ulang) (Gray, 1969). Pada tanah mineral, bibit kelapa sawit ditanam sedemikian rupa sehingga pangkal batang tersebut sejajar dengan permukaan tanah.  Pada lahan gambut, 2-3 tahun setelah penanaman, gambut menyusut dan batang tumbuh bengkok.  Hal ini menyebabkan kanopi tidak rata dan hasil produksi berkurang.
      • Tanaman kelapa sawit berbatang lurus, tidak bercabang, pada tanaman dewasa diameternya 45 - 60 cm bagian bawah batangnya lebih gemuk yang disebut bonggol, dengan diameter 60 - 100 cm .
      • Pelepah /daun menempel membalut batang .
      • Kecepatan tumbuh 35 - 75 cm / tahun sampai tanaman berumur 3 tahun batang belum terlihat karena masih terbungkus pelepah yang belum ditunas.
      • Pada tanaman berumur 25 tahun tinggi batang mencapai 13 - 18 m.
      Tabel Perkembangan tinggi batang kelapa sawit yang normal 


      DAUN
      Daun kelapa sawit terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut.
      • Kumpulan anak daun (leaflets) yang mempunyai helaian (lamina) dan tulang anak daun (midrip). 
      • Rachis yang merupakan tempat anak daun melekat. 
      • Tangkai daun (petiole) yan merupakan bagian antara daun dan batang. 
      • Seludang daun (sheath) yang berfungsi sebagai pelindung dari kuncup dan memberi kekuatan pada batang.
      Daun kelapa sawit (atau daun) memiliki panjang 7-8 m dan terdiri dari komponen-komponen berikut.  Panjang tangkai daun 1-1,5 m dan terdiri dari bagian daun antara batang dan titik penyisipan daun sejati pertama dan disertai duri (Gambar 4).  Tangkai antar daun (PCS) terletak pada titik penyisipan daun sejati pertama sekitar 40-90 cm2 tetapi tangkai daun ini jauh lebih luas pada titik lampiran ke batang. Tangkai antar daun merupakan indikator yang sensitif dan berguna untuk pertumbuhan vegetatif (Lampiran 6).  Panjang malai 5-6 m, asimetris secara berlawanan dengan permukaan abaksial dan permukaan bawah daun atau adaksial.   Malai mendukung pertumbuhan daun (Gambar 4).

      Daun (pinnae) terletak atas bawah pada sisi malai (rachis) (Gambar 4). Setiap daun berisi sekitar 150-250 lembar yang masing-masing dengan pelepah dan lamina. Lebar daun 3-5 cm di titik pertengahan dan panjang 80-120 cm (Gambar 4).  Pembentukan tunas daun embrio dan kematian daun karena penuaan oleh alam dapat terjadi selama 4 tahun, namun durasi dari fase fungsional setelah membuka daun penuh sekitar dua tahun. Hal ini membutuhkan waktu sekitar 20-24 bulan untuk pemanjangan daun dan yang paling cepat dalam 5-6 bulan terakhir (Broekmans, 1957, Henry, 1955).  Di perkebunan komersial, pelepah daun dibuang pada saat panen atau selama proses pemangkasan daun tua kurang dari 2 tahun.   Produksi daun mungkin lebih besar dari 40 daun/ tanaman/ tahun pada tanaman sangat muda (2-3 tst), tetapi tingkat produksi daun menurun cepat dan stabil 18-24 daun/ tahun pada tanaman > 4-6 tst. Daun yang tidak dipangkas sekitar 35-40 daun.
      Daun kelapa sawit

      Daun yang belum membuka atau tombak adalah indikator diagnostik yang baik untuk menduga cekaman kekeringan. Beberapa tanaman kelapa sawit mengalami kekeringan bila ditanam pada tanah yang bertekstrur tanah kasar dan kemungkinan sekitar 6 daun yang tidak membuka pada kondisi kekeringan (misalnya <100 mm curah hujan per bulan selama >3 bulan).  Daun yang belum membuka dapat membuka karena hujan, namun tampak kuning untuk waktu yang singkat.

      Filotaksis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan susunan daun sekitar aksis atau sumbu kelapa sawit. Setiap daun sentrifugal sebagai daun muda muncul, sehingga dalam susunan simetris daun memancar keluar dengan sudut perbedaan 135,7-137,5º antara daun yang berurutan.  Pada tanaman dewasa, dua daun spiral dapat diamati, delapan menjalankan salah satu jalan dan tiga belas yang lain (yaitu pengaturan 8 +13). Jika spiral dari delapan naik searah jarum jam, maka spiral dikatakan memutar ke kiri dan sebaliknya. Sangat menarik untuk dicatat bahwa arah pendakian spiral tidak ditentukan secara genetik

      Luas daun tanaman kelapa sawit dapat dihitung dengan rumus  sebagai berikut:
      A = P . L . k
      Keterangan :
      A = Luas daun (cm2),
      P = Panjang daun (cm),
      L = Lebar daun (cm),
      k = konstanta;
        (a) 0,57 untuk daun belum membelah (lanset) pada pre nursery,
        (b) 0,51 untuk daun yang telah membelah (bifourcate).

      Karena ada perbedaan unsur hara antara daun tertua dan termuda di bagian pangkal kelapa sawit dan untuk perbandingan antar lokasi yang berbeda, maka perlu menggunakan referensi standar daun untuk pengambilan sampel daun. Semakin besar laju produksi pelepah daun, maka usia fisiologis pelepah daun muda adalah daun #17. Konvensi menggunakan 17 daun (daun #17) sebagai jaringan referensi, dan agronomis atau staf lapangan harus mampu mengidentifikasi daun #17 secara akurat dan cepat

      Tahap perkembangan daun :
      • Lanceolate Daun awal yang keluar pada masa pembibitan berupa helaian daun yang utuh.
      • Bifurcate Bentuk daun dan helaian daun sudah pecah tetapi bagian ujung belum terbuka.
      • Pinnate Bentuk daun dengan helaian daun yang sudah membuka sempurna dengan arah anak daun keatas dan kebawah.

      Kriteria lainnya adalah sebagai berikut :
      • Pada tanaman muda mengeluarkan 30 daun ( umumnya disebut pelepah ) pertahun pada tanaman tua antara 28-24 pelepah per tahun.
      • Panjang pelepah tanaman dewasa 9 m, anak daun 125-200 pasang dengan panjang 1-1,2 m dengan lebar tengah + 6 cm.
      • Jumlah pelepah yang harus dipertahankan pada tanaman dewasa adalah 40-56 pelepah selebihnya dibuang saat panen.
      • Kedudukan daun pada batang 3/8 artinya pada setiap tiga putaran terdapat 8 daun.
      • Spiral kiri atau spiral kanan.
      • Arah putaran dilihat dari arah atas kebawah, dan arah putaran ini tidak ada pengaruhnya terhadap produksi.

      PERBUNGAAN
      Primordial perbungaan atau tunas yang dihasilkan di ketiak daun setiap inisiasi dapat berkembang menjadi bunga jantan, betina, atau hermaprodit.  Produksi tandan sangat berkaitan dengan tingkat produksi daun, yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan unsur hara.  Pembentukan bunga dapat dipengaruhi oleh stress lingkungan dan menghasilkan rasio jenis kelamin yang beragam (betina: total pembungaan) dan tingkat aborsi yang rendah (Breure). Potensi hasil ditentukan oleh tingkat produksi daun, rasio jantan-betina dan jumlah aborsi bunga.
      bunga kelapa sawit

      Beirnaert (1935) merancang penelitian awal tentang komposisi perbungaan adalah spike atau spadix yang dilakukan pada batang kokoh dan tertutup di sebuah seludang perbungaan.  Spikelet tersebut diatur dalam spiral pada sumbu pusat. Sekitar satu bulan setelah perbungaan muncul tangkai (petiol), dan seludang perbungaan luar terbuka. Dua sampai tiga minggu kemudian, seludang perbungaan membuka, dan bunga-bunga yang berada di spike juga membuka.

      Pembungaan betina terdiri dari perianth dari enam segmen dalam dua whorls, sebuah ovarium tricarpelat dan stigma trifid (Gambar 5). Bagian reseptif dari lobus stigma yang ditekan satu sama lain ketika muda tetapi terbuka keluar ketika dewasa.   Kemungkinan terdapat 100-300 spikelet dan lebih dari 2.000 bunga di setiap perbungaan betina.  Pembungaan jantan terdapat di tandan panjang dan terdiri dari spikelet silinder seperti jari-jari, masing-masing 700-1.200 bunga jantan (Gambar 6). Bunga jantan terdiri dari enam segmen perianth dan androseum tubular dengan enam benang sari. Bunga mulai membuka dari dasar spikelet tersebut.
      bunga kelapa sawit jantan

      Kelapa sawit merupakan tanaman yang memiliki bunga berumah satu, yaitu bunga jantan dan betina terpisah, namun pada tanaman yang sama.  Bunga jantan dan betina matang pada waktu yang berbeda, sehingga harus melakukan penyerbukan silang.  Penyerbukan pada skala komersial dilakukan oleh kumbang penyerbuk Elaedobius kamerunicus, yang pertama kali diperkenalkan di Asia Tenggara awal 1980-an (Syed et al., 1982). Serangga tertarik pada bunga jantan (di mana mereka makan dan melengkapi siklus hidup mereka) dengan aroma khas yang kuat pada saat bunga mekar dan mulai melepaskan serbuk sari yang berlangsung selama 36-48 jam.  Kumbang E. kamerunicus membawa serbuk sari dari bunga jantan dan menyerbuki bunga betina reseptif di kelapa sawit di sebelahnya.

      Beberapa periode dibutuhkan tanaman kelapa sawit untuk memproduksi bunga jantan dan betina, sehingga harus disediakan tanaman yang memproduksi polen dan bunga reseptif betina agar penyerbukan dapat berlangsung.  Rasio betina dan jantan sebagian ditentukan secara genetik dan faktor lingkungan. Tanaman yang mengalami cekaman kekeringan, defisiensi unsur hara, pemangkasan berlebih, dan serangan hama penyakit akan menyebabkan rasio seks yang rendah dan produksi yang rendah pula (Breure, buku ini).  Kelapa sawit yang merespon kekeringan dan nutrisi akan membentuk bunga jantan yang lebih banyak.  Periode dari inisiasi bunga hingga panen tandan sekitar 40 bulan dan aleviasi atau efek dari cekaman dapat mempengaruhi produktivitas untuk tiga tahun berikutnya.
      • Dari setiap ketiak pelepah akan keluar tandan bunga jantan atau betina.
      • Bunga mulai berbunga pada umur ± 14 - 18 bulan
      • Pada mulanya yang keluar adalah bunga jantan kemudian secara bertahap akan muncul bunga betina.
      • Terkadang akan muncul bunga banci yaitu : bunga jantan dan betina ada pada satu rangkaian.
      • Sex ratio yaitu : perbandingan bunga betina dengan keseluruhan bunga (bunga jantan dan bunga betina).

      BUAH
      Buah adalah buah berbiji sesil atau satu buah yang tertutup dalam bentuk daging segar bervariasi dari hampir bulat telur atau memanjang. Buah berkisar 2-7 cm dan terdiri dari sebuah eksocarp tipis atau kulit, daging mesocarp berminyak, sebuah endocarp keras atau cangkang, dan endosperm atau kernel.  Endocarp dan kernel merupakan benih. Minyak berapa di mesocarp dan kernel tetapi minyak kelapa sawit diperoleh dari mesocarp, yang berisi sekitar 11-21% bahan berserat.
      biji buah kelapa sawit

      Buah tunggal atau berondolan mengandung sekitar 40% minyak dibandingkan dengan minyak tandan, yang berisi sekitar 25% minyak. Dengan demikian, berondolan yang jatuh harus diambil pada saat panen merupakan aspek manajemen lapangan dan warna penampilan luar buah sangat bervariasi, terutama pada pematangan.  Warna yang paling umum adalah ungu hingga hitam di puncak dan tidak berwarna di dasar sebelum matang.  Jenis buah digambarkan sebagai nigrescens. Saat matang, warna bervariasi dari oranye hingga merah, hal ini diduga karena perubahan karoten. Jenis yang relatif jarang adalah hijau sebelum pemasakan dan disebut virescens. Pada pematangan berubah menjadi oranye terang kemerahan. Buah tanpa karoten di mesocarp ini disebut sebagai albescens, dan sangat jarang.
      biji buah kelapa sawit

      Buah terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :
      1.  Epicarp       :  kulit buah licin dan keras
      2.  Mesokarp   :  daging buah yang terdiri dari susunan serabut (fibre) dan mengandung
                                minyak.
      3.  Endocarp    :  cangkang/kulit biji berupa tempurung berwarna hitam keras.
      4.  Endosperm :  Kernel/inti, daging biji berwarna putih mengandung minyak.
      5.  Embryo      :  Lembaga
      Biji sawit terdiri dari shell (endocarp) dan kernel. Pada shell terdapat serat-serat yang menempel dengan arah memanjang.  Di dalam biji terdapat 3 germpore.  Jumlah gerkpore yang berfungsi tergantung kepada jumlah kernel yang berkembang.  Dalam setiap germpore terdapat tutup berupa serat, yang menempel di bagian dalam permukaan shell.
      biji buah kelapa sawit

      Embrio biji kelapa sawit dan cotyledone tidak akan terangkat ke atas sebagai bagian tanaman hijau, yang akan berfungsi untuk fotosintesa.  Sebagai gantinya, ujung cotyledone membesar membentuk haustorium, yang akan berfungsi untuk menunjang pertumbuhan tanaman muda sampai berminggu-minggu setelah berkecambah.

      Bentuk embryo lurus, dengan panjang ± 3 mm.  Ujung embryo dan germpore dipisahkan oleh lapisan operculum.  Lapisan ini terdiri dari lapisan endosperm yang tipis dan menyatukan pangkal serat membentuk tutup germpore terdorong keluar secara bersama dari biji.
      biji buah kelapa sawit

      Bagian embryo yang keluar dari cotyledone membentuk sebuah tonjolan disebut Petiola.  Ke arah atas petiola membentuk plumula dan ke bawah membentuk radikula.  Plumula dan radikula tumbuh dalam bentuk silindris.  Haustorium tetap berada di dalam biji.  Karena akar dan batang belum berfungsi, persediaan makanan masih tetap diambil dari daging biji.  Jika lembaga (kecambah) ini terputus dari daging biji kecambah akan menjadi layu dan mati.  Sewaktu memindahkan kecambah ke dalam bibitan (pre nursery) kecambah ini tidak boleh putus dari bijinya.

      Struktur internal buah menunjukkan variasi dan ketebalan cangkang  yang paling penting.  Buah dapat memiliki ketebalan cangkang hingga 8 mm.  Bentuk buah internal sangat dipengaruhi secara genetik (Hardon, 1955; Hartley, 1988).  Tandan buah dapat memiliki sekitar 1.500 buah dengan rasio tandan buah 60-70%.  Biasanya buah matang pada tandan ke-30 hingga ke-32, dan beratnya bervariasi dari beberapa kilogram hingga sepuluh kg pada tanaman muda dan 10-30 kg tanaman dewasa (8-10 tst).  Tandan buah berisi outer fruits (buah-buah terluar) yang lebih berwarna, dan buah-buahan dasar yang kurang berpigmen dan mengalami tekanan. Terdapat juga buah partenokarpi yang mengalami perkembangan namun pembuahan tidak terjadi.  Jenis kelapa sawit Macrocarya (dura kelapa sawit dengan cangkang tebal (6-8 mm) yang ditemukan di Kongo dan Afrika Barat), berbeda ketebalannya dengan Deli Dura yang sebagian besar telah dibudidayakan.
      • Umumnya yang ditanam adalah varietas nigrescen, dengan warna buah ungu kehitaman saat mentah.
      • Buah akan matang 5-6 bulan setelah penyerbukan dan warnanya berubah menjadi orange, berat tandan dan ukuran buah bervariasi tergantung umur tanaman, kesuburan tanah dan pemeliharaan 
        Berdasarkan warna kulit buahnya kelapa sawit dibagi menjadi menjadi 3  tipe buah, yaitu sebagai berikut.
         – Nigrescens
        Buah nigrescens

        Buah nigrescens berwarna ungu sampai hitam pada waktu muda dan berubah menjadi jingga kehitam-hitaman pada waktu matang.
        -Virescens
        buah virescens

        Pada waktu muda, buah virescens berwarna hijau dan ketika matang warnanya berubah menjadi jingga kemerahan, tetapi ujungnya tetap kehijau-hijauan.
        -Albescens
        buah albescens

        Pada waktu muda, buah albescens berwarna keputih-putihan, sedangkan setelah matang berubah menjadi kekuning-kuningan dan ujungnya berwarna ungu kehitam-hitaman.

        Perkembangan jumlah dan berat tandan disajikan sebagai berikut:
        Tabel Perkembangan jumlah dan berat tandan
        Tabel Perkembangan jumlah dan berat tandan kelapa sawit


        BENIH
        Sebuah terobosan besar dalam penelitian kelapa sawit adalah penemuan gen tunggal yang mengontrol ketebalan kulit. Beirnaert (1940) menemukan bahwa bentuk buah Tenera (Dd) dapat dihasilkan oleh penyerbukan Dura bunga betina (DD) dengan serbuk sari dari Pisifera (dd). Hal ini dapat meningkatkan 30% minyak tanpa biaya tambahan dan merupakan faktor penting yang memberikan kontribusi bagi perluasan lahan yang cepat sejak tahun 1960-an.

        kecambah kelapa sawit
        Benih komersial untuk memproduksi Tenera harus memiliki tipe Dura. Tenera x Tenera adalah kompatibel dan persilangan menghasilkan dura (DD), pisifera (dd) dan Tenera (Dd) pada nisbah 1 : 2 : 1. Benih afkir yang dikumpulkan dari berondolan di penanaman komersial dewasa akan memiliki jenis Tenera karena hasil persilangan Tenera x Tenera. Bahan tanam tersebut tidak boleh ditanam karena 25% Pisifera, 25% Dura, dan 50% Tenera. Benih kelapa sawit adalah cangkang yang tersisa setelah mesocarp berminyak dikupas. Ini terdiri dari cangkang keras dan dalam kebanyakan satu tetapi kadang-kadang dua atau tiga kernel. 
        benih kelapa sawit

        Ukuran benih sangat bervariasi, namun pada umumnya panjangnya 2-4 cm. Cangkang memiliki serat longitudinal dan menempel. Setiap inti memiliki tiga embrio yang sesuai dengan tiga bagian dari ovarium trikarpelat. Kernel atau inti terletak di dalam cangkang dan terdiri dari lapisan endosperma yang berminyak, berwarna putih keabu-abuan dikelilingi kulit biji coklat gelap yang ditutupi serat. Di dalam endosperm, terdapat embrio sekitar 3 mm. Setelah perkecambahan, embrio akan terdiferensiasi menjadi radikula dan plumula.
        POIN PENTING UNTUK PEKEBUN
        • Mempertimbangkan distribusi akar ketika memilih strategi aplikasi pupuk.
        • Pengolahan tanah sebelum penanaman untuk mencegah tanaman tumbang akibat elongasi.
        • Pastikan mempertimbangkan pertumbuhan meninggi pada saat memilih sumber benih.
        • Buat rancangan untuk staff lapang yang telah terlatih untuk menyeleksi daun #17 sebagai sampel.
        • Monitor populasi kumbang penyerbuk (Elaedobius kamerunicus).
        • Aleviasi faktor stress berdampak pada panen hingga 40 bulan.
        • Lengkapi kehilangan hasil panen untuk memaksimalkan produksi minyak.
        • Pastikan bahwa bahan material keturunan D x P digunakan untuk produksi benih.
        KESIMPULAN
        • Kelapa sawit adalah tanaman yang unik, dan secara botani, morfologi, dan karakter anatomi yang membantu untuk menjelaskan posisi tanaman penghasil minyak nabati yang paling produktif. Penelitian oleh agronomis dan pekebun berkontribusi untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit di masa depan.
        • Kelapa sawit adalah tanaman sejenis palma berakar serabut atau monokotil.
        • Bagian tanaman yang bernilai ekonomis adalah buah.
        • Buah tersusun dalam sebuah tandan dan disebut TBS (Tandan Buah Segar)
        • Satu tandan tanaman dewasa beratnya mencapai 20–35 kg,bahkan ada yang mencapai diatas 40 kg,tergantung pada perawatan dan pemupukan tanaman .
        • Tandan tersusun dari 200 – 600 buah @ 20–35 gram.
        • Buah diambil minyaknya dengan hasil :
        • Sabut (daging buah / mesocarp) menghasilkan minyak kasar (CPO) 20–26%
        • Inti sawit sebanyak 6 % yang menghasilkan minyak inti (PKO) 3–4%
        • Kadar % dihitung dari berat tandan buah segar .